Rabu, 25 November 2015

MAKALAH TEORI ORGANISASI UMUM 1 ARTI PENTING DALAM ORGANISASI (TEORI, UNSUR DAN CIRI ORGANISASI)

MAKALAH TEORI ORGANISASI UMUM 1
ARTI PENTING DALAM ORGANISASI (TEORI, UNSUR DAN CIRI ORGANISASI)

unduhan (4)



Kelompok                     :    2
Nama Kelompok           :   Johan Dwi Prasetya                      (15114675)
   Kevin Candra Kirana                    (15114823)  
   Lulu Nailil Huda                            (16114162)
                                          Muhamad Lukmanul Hakim          (16114975)
                                          Ridwan Dwiki Ardiansyah             (1C114758)
                                          Teddy Pramana Putra                   (1A114690)
Kelas                            :    2KA14

SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
















KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Arti Penting dalam Organisasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Jika terdapat kesalahan kami selaku penulis memohon maaf. Atas perhatian dan pengertiannya kami ucapkan Terima Kasih.

BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang Masalah

Manusia adalah makhluk yang dinamis, ketidakterbatasan kebutuhan manusia dan keterbatasan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhanya telah menghadapkan manusia untuk hidup berorganisasi. hal ini didukung pula dengan karakteristik manusia sebagai makhluk sosial yang tidak memungkinkan hidup wajar tanpa berorganisasi. Organisasi telah dibentuk sejak manusia pertama hidup di muka bumi, sekelompok manusia yang mempunyai orientasi dan tujuan yang relatif sama berhimpun dan berusaha untuk mencapai tujuan tersebut.
Organisasi adalah sistem kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu. Organisasi adalah merupakan suatu wadah atau tempat dimana orang-orang dapat bersama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan tanpa adanya organisasi menjadi saat bagi orang-orang untuk melaksanakan suatu kerja sama, sebab setiap orang tidak mengetahui bagaimana cara bekerja sama tersebut akan dilaksanakan.
B.       Rumusan Masalah
Agar masalah atau pembahasan kita tidak melenceng dan lari dari sub judul ada baiknya pemakalah akan merumuskan masalah-masalah yang akan dibahas dalam makalah ini. Adapun rumusan masalahnya adalah :
1.      Apa saja teori – teori dalam Organisasi ?
2.      Apa saja unsur – unsur dalam Organisasi ?
4.      Apa saja ciri – ciri dalam Organisasi ?

C.       Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan ini adalah agar mahasiswa mampu dan mengerti serta dapat menjelaskan unsur-unsur dalam organisasi, teori-teori yang ada di dalamnya serta ciri-ciri yang terdapat dalam organisasi.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Teori – teori dalam Organisasi
1.    Teori Z

Teori organisasi Z merupakan kegiatan organisasi yang dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan individu di Jepang setelah berakhirnya perang dunia kedua dengan produktivitas empat kali dibandingkan dengan Amerika Serikat lebih lambat, termasuk Inggris sering mngalami kesulitan.

Teori Z dasarnya adalah pengertian dan keluwesan, produktivitas, serta ikatan bersama secara keakraban sebagai salah satu faktor penting dalam masyarakat yang sehat.

Mc. Gregor terkenal dengan teori X dan Y yang umumnya berlaku di dunia barat,khususnya di Amerika Serikat dan teori Z yang berlaku di Jepang merupakan hasil penelitian dari William Ouchi. Ciri yag paling menonjol pada organisasi Jepang adalah hubungan kerja seumur hidup dan sejumlah perusahaan di Jepang di Organisasi menjadi kelompok kecil yang terdiri dari 25-30 perusahaan yang disebut zaibatsu dan kesemuanya berpusat pada satu buah yang kuat.

Dalam membina hubungan kerja seumur hidup, ada 3 faktor yang harus diperhatikan yaitu :

1.    Setiap perusahaan yang terkemuka membayar karyawanya sebagian besar dalam bentuk bonus setiap 6 bulan dan setip tahun meningkat sampai 5-6 bulan gaji.

2.    Setiap Perusahaan yang terkemuka di Jepang mempunyai golongan kerja sebagian besar wanita setamat SMA yang diperkirakan akan berhenti karena kawin setelah 6 tahun,dan akan bekerja lagi setekah anaknya sudah sekolah.

3.    Perusahaan Satelit sangat tergantung pada Perusahaan besar dan tidak akan menjadi pesaing sebab tidak memperoleh lisensi untuk impor bahan baku.

Model teori organisasi yang dipelajari oleh James Thompson dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
1.    The Closed Model (Model Tertutup)

         Pada Model organisasi tertutup dan orang-orang yang bekerja sama dalam organisasi lebih berminat untuk berinteraksi sendiri dan mempertahankan hidupnya serta mengurus kepentingannnya dalam organisasi itu sendiri.

        Organisasi jenis tertutup mempunyai dampak yang sangat kuat dalam konsep dan pemikiran administrasi negara, lebih - lebih pada konsep administrasi negara tradisional. Dalam organisasi model tertutup hampir tidak ada pengaruh dari luar sehingga dinamika dalam organisasi tersebut dalam mengikuti perkembangan dari luar dan sering diberi dengan istilah yang bermacam – macam, misalnya organisasi mekanistik, birokrasi, hirarki, model organisasi formal, rasional dan struktural.

Model organisasi tertutup didukung oleh beberapa teori organisasi yang mendukungnya, yaitu :

a.    Aliran Teori Birokrasi
Dipelopori oleh Max Weber. The Ideal Type Of Bureaucarcy merupakan konp dari Max Weber dimana puncak hirarki diduduki oleh Top Executive dan perintah didelegasi sampai habis pada unit-unit bawahan. Pada teori Birokrasi yang perlu diperhatikan  adalah :
1.    Adanya hirarki atau rantai skala yang membedakan tingkat kewenangan dan pertanggungan pada setiap tingkat organisasi.
2.    Promosi berdasarkan pada profesionalisme dan keahlian
3.    Mendasarkan diri pada kepercayaan dan peraturan
4.    Hubungan antara pimpinan dan bawahan bersifat non pribadi dan adanya pemisahan antara kekayaan organisasi dan milik anggota organisasi.

b.    Aliran Scientific Management (Manajemen Ilmiah)
Dipelopori oleh F.W Taylor. Aliran manajemen ilmiah lebih menekankan pada gerak dan waktu studi secara ilmiah dimana setiap gerak atau pekerja dicatat untuk di analisis untuk mengefisiensikan pekerjaan bawahan sehingga produktivitas kerja meningkat.
c.    Aliran Manajemen Administratf
Dipelopori oleh Henry Fayol. Aliran tersebut menekankan bahwa prinsip-prinsip administrasi dan manajemen dapat diterapkan pada semua organisasi pemerintah maupun perusahaan dan lebih condong pada konsep dan persepsi teori organisasi birokrasi Weber.
Ketiga aliran tersebut yaitu birokrasi manajemen ilmiah dan teori administrative membahas efisiensi dan sering disebut sebagai teori organisasi rasionalisme.
2.    The Open Model (Model Terbuka)

      Model organisasi terbuka mengadakan interaksi dengan lingkungannya sehingga dapat terbuka dan berubah sesuai dengan pengaruh lingkungan yang ada,tetapi organisasi model terbuka juga berusaha untuk mempengaruhi lingkungannya.

       Tanggung jawab anggota dan pengetahuan human tasks,interaksi antar anggota dalam usaha mencapai tujuan organisasi merupakan perhatian dari model organisasi terbuka.

Organisasi terbuka pada garis besarnya terdiri dari 3 aliran, yaitu :

a.    Human Relations School ( Aliran Hubungan Antara Manusia)

Model Human Relations menekankan pada motivasi anggota organisasi dan pemuasan kebutuhannya termasuk harga diri, status,  gaji, dan keselamatannya.

Abraham Maslow yang terkenal dengan teori hirarki kebutuhan menggambarkan bahwa kebutuhan manusia terdiri atas kebutuhan fisiologis, keselamatan, sosial, pengetahuan, dan pengembangan diri.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiA0mvMnlziiB04EW8nR2Hm7bS9I3gLy4zg6dX9g8BvTfXphsLYMkQWVNrk-TXQzE-_pC9BWlC4tMPaVCUfov6UDR2AWbTqsvCnqRiI5d49mw2zhwkyHALQq9GBy03K4_0Lu09V6RuSqb8/s1600/untitled1.png
Kebutuhan fisiologis meliputi kebutuhan akan makanan, pakaian, perumahan, dan biologis(seks). Dan sifatnya generalis dimana - mana diperlukan dan hanya terpenuhi dengan uang. Oleh sebab itu uang dapat dianggap wajar sebagai motivasi termasuk disini adalah gaji(salary) dan tambahan gaji yang berupa insentif.
b.    Aliran Organizational Development

Adalah usaha yang terencana dan terorganisasi secara luas yang diarahkan oleh pimpinan dengan maksud untuk menciptakan dan meningkatkan efektivitas kerja dengan menggunakan pengetahuan perilaku.

c.    Teori Sistem

Istilah sistem banyak dipergunakan dalam berbagai arti dimana orang sering mengartikan sistem sebagai cara, metode, atau prosedur. Pengertian sistem yang demikian adalah pengertian adalah pengertian sistem dalam arti sempit, sedangkan dalam arti luas sistem merupakan sekelompok bagian atau alat-alat yang bekerja sama untuk melaksanakan suatu maksud.

Ludwig Von Bartalanffy menyatakan bahwa “A systems is a set of elements standing in inter relation among themselves and with the environments”. (Sistem adalah seperangkat unsur - unsur yang terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur - unsur tersebut dengan lingkungan).

Dalam manajemen, teori sistem terdiri atas sub sistem input, sub sistem transformasi dan sub sistem output. Untuk sub sistem input terdiri dari sub sistem men, method, money, material, machine dan market. Sedangkan dalam sub sistem transformasi terdapat sub-sub sistem strukur, fungsi dan proses dan dalam sub sistem output terdapat hasil atau keluaran yang berupa barang atau jasa atau peraturan sebagai implementasi kebijakan.

Dalam manajemen teori sistem dapat digambarkan sebagai berikut :
https://rohmatfapertanian.files.wordpress.com/2015/07/us-8.png
Sub sistem input support (dukungan) dan tuntutan (demand) dari lingkungan disekitarnya diperlukan perlahan terhadap sub - sub sistem manusia sebagai sumber daya yang sangat penting dengan meningkat akan mutu jumlah pengalaman, pengabdian, keterampilan yang dimiliki.

·         Sub Sistem Tranformasi

Dalam sub sistem tranformasi terdiri atas sub-sub sistem struktur, sub - sub sistem fungsi dan sub - sub sistem proses. Sub-sub sistem struktur adalah mengenai struktur atau semua daripada suatu organisasi dimana mengenai sesuatu dan bentuknya disesuaikan dengan kepentingan organisasi.

Sub-sub sistem fungsi adalah mengenai fungsi yang berkaitan dengan sub-sub sistem struktur dan sub-sub sistem fungsi sebagai suatu rangkaian yang saling berkaitan yang menerima input atau masalah dari sub sistem output atau keluasan yang berupa barang dan jasa merupakan kelengkapan dan ketentuan yang berrkaitan dengan sasaran organisasi.

·         Sub Sistem Output

      Keluaran baik yang berupa jasa, barang ataupun ketentuan akan dipengaruhi oleh lingkungan akan menjadi feed-back atau umpan balik bila tidak sesuai dengan kepentingan lingkungan dan merupakan informasi yang terjadi atas pertimbangan dalam dalam sub sistem input secara berkelanjuatan sehingga merupakan suatui siklus dalam teori sistem.

3.    The Never Tradition Model (Synthese Between Closed & Open Model)

Albert Widjaja menyatakan bahwa secara garis besar terdapat 4 aliran teori organisasi, yaitu :

a.    Teori Sistem Rasional / Strukturalis

Teori organisasi sistem rasional atau strukuturalis ini menekankan pada pentingnya tujuan organisasi dan peran yang dilaksanakan dalam struktur dan teknologi yang dipakai sebagai  pendukung kegiatan organisasi yang cocok dengan tuntutan lingkungan. Pendukung aliran strukturalis ini adalah Henry Mintzberg dan T.Parsons.

b.    Teori Sumber Daya Manusia

             Teori ini menekankan ketergantungan organisasi pada manusia yang melaksanakan dan berinteraksi dalam menjalankan tugasnya. Oleh Karena itu perlu diperhatikan unsur manusia dalam pengembangan diri baik melaui latihan-latihan dan pendidikan formal maupun informal. Salah satu pendukung teori ini adalah Chers Argyris.

c.    Teori Simbolisme

             Teori ini mengakui adanya kekuatan supra natural pada seseorang pemimpin dan selain itu mitos – mitos dan kepercayaan pada hari –hari dan waktu tertentu yang dianggap baik dengan upacara – upacara secara simbolis demi keberhasilan tujuan organisasi.

d.    Teori Politik

             Teori politik menekankan  pada masalah konflik, kekuasaan, small group yang berhasil memimpin organisasi dan alokasi terhadap sumber – sumber yang terbatas. Pendukung teori ini adalah Jeffrey Pfeffer.

             Berdasarkan peninjauan terhadap pengawasan organisasi dengan menggunakan intrimen dan keterlibatan para partisipan dalam organisasi Amitai Etzioni mengklasifikasikan kedalam 3 kategori analisis yaitu fisik, material, dan simbolik. Kategori fisik di dalam mengelola organisasi dilakukan dengan kekuasaan misalnya dengan cambuk, ancaman senjata yang langsung mempengaruhi tubuh manusia.

             Cara kekerasan dan ancaman atas penerapan sarana fisik disebut sebagai kekuatan memaksa (coercive power), misalnya pada organisasi penjara, sehingga partisipan akan merasa terasing, organisasi tersebut bersifat paksaan (coercive).

             Ganjaran material yang berupa uang, barang dan jasa sebagai suatu simbol akan menyebabkan seseorang dapat memperoleh uang, barang atau jasa sebagai latgori material dan orang tersebut dapat dikendalikan sebagai kekuatan militer (utilitarian power).

             Jadi pengendalian ini mempunyai insentif dan keterlibatan partisipan berdasarkan perhitungan manfaat, misalnya pada organisasi perbankan dan organisasi tersebut bersifat utibilitas

             Penggunaan simbol yang murni yang tidak mengandung unsur paksaan dan ganjaran material, adalah simbol normatif yang berupa prestie, penghargaan, maupun simbol sosial yang penuh cinta kasih.
Bila simbol murni diterapkan pada para penerima dengan kasih sayang untuk tujuan pengendalian disebut sebagai kekuatan normatif, normatif sosial atau kekuatan sosial.

             Kekuatan sosial yang bersifat normatif iasanya dilaksanakan pada organisasi pemerintah, perguruan tinggi dimana pesertanya melibatkan diri secara motivasi moral dan organisasi tersebut bersifat normatif.

2.2. Unsur – unsur dalam Organisasi
a.    Man
b.    Kerjasama
c.    Tujuan bersama
d.    Peralatan (Equipment)
e.    Lingkungan (Environment)
f.     Kekayaan alam
g.    Kerangka atau konstruksi mental organisasi

2.3. Ciri – ciri dalam Organisasi
Dalam sebuah organisasi terdapat ciri-ciri tertentu untuk mengidentifikasi jenis dan tujuan organisasi tersebut. Prof. Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M. Com dan Dr. T. Hani Handoko dalam bukunya yang berjudul ‘Organisasi Perusahaan’ menjelaskannya sebagai berikut :
  1. Organisasi adalah lembaga sosial yang terdiri dari sekumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang diterapkan.
  2. Organisasi diterapkan untuk mencapai tujuan - tujuan tertentu. Oleh karena itu, organisasi adalah kreasi sosial yang memerlukan aturan dan koperasi.
  3. Organisasi secara sadar dikoordinasikan dan dengan sengaja disusun. Kegiatan dibedakan menurut beberapa pola yang logis. Koordinasi bagian tugas ini memerlukan penugasan wewenang dan organisasi.
  4. Organisasi adalah instrument sosial yang mempunyai batasan - batasan yang secara relative dapat diidentifikasikan dan keberadaannya mempunyai basis yang relative permanen.
Sedangkan menurut Berelson dan Steiner (1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Formalitas : adanya perumusan tertulis pada aturan-aturan, prosedur, kebijakan, tujuan, strategi dan lainnya.
  2. Hierarki : adanya pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada seseorang yang memliki kedudukan serta wewenang yang lebih tinggi dari lainnya.
  3. Besarnya dan Kompleksnya : maksudnya adalah organisasi memliki banyak anggota sehingga terjalinlah sebuah interaksi sosial diantara mereka.
  4. Lamanya (durasi) : eksistensi sebuah organisasi dapat bertahan lebih lama dibandingkan dengan keanggotaan orang-orang dalam organisasi tersebut.
o   Ciri – ciri Organisasi Modern :
  1. Organisasi bertambah besar
  2. Pengolahan data semakin cepat
  3. Penggunaan staf lebih intensif
  4. Kecendrungan spesialisasi
  5. Adanya prinsip-prinsip atau azas - azas organisasi
  6. Unsur-unsur organisasi lebih lengkap
BAB III
PENUTUP

3.1.        Kesimpulan
Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa organisasi memiliki arti penting dalam  masyarakat karena organisasi dapat membantu dan mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam lingkungan dan kehidupan. Ciri – ciri organisasi adalah kumpulan individu ataupun kelompok yang memiliki tugas dan wewenang masing-masing serta saling berkoperatif antara satu sama lain demi tercapainya tujuan - tujuan yang telah ditetapkan.
Perbedaan teori klasik dan modern adalah Teori Klasik memusatkan pandangan pada analisa dan deskripsi organisasi sedangkan Teori Modern menekankan pada perpaduan dan perancangan sehingga terlihat lebih menyeluruh. Teori Klasik membicarakan konsep koordinasi, scalar, dan vertical sedangkan Teori Modern lebih dinamis, sangat komplek, multilevel, multidimensi dan banyak variable yang dipertimbangkan.

3.2.        Saran

1.    Dalam berorganisasi sebaiknya lebih cermat untuk menentukan teori apa yang harus dipakai untuk memajukan organisasi kedepannya
2.    Visi misi tujuan organisasi ditulis atau ditentukan dengan jelas
3.    Unsur - unsur organisasi yang akan digunakan telah dipenuhi syaratnya
4.    Dengan makalah ini penulis berharap agar pembaca dapat memahami tentang arti penting dalam Organisasi, meliputi Teori, Unsur, dan Ciri.
















DAFTAR PUSTAKA

1.    Soenyoto Rais, Pengelolaan Organisasi, Airlangga University Press.
2.    Pengantar Teori dan Perilaku Organisasi (Akhmad Subkhi, M,M dan Mohammad Jauhar, S.PD)

Selasa, 27 Oktober 2015

Pembahasan Tentang Internet Of Things

Hai,jumpa lagi dengan saya. Nah pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sedikit wawasan yang saya ambil dari berbagai sumber. Yaitu tentang "Internet Of Things".
 
Apa itu Internet Of Things?

Nah mending kita langsung aja ke pembahasannya.
Yuk Check It Out !  



Internet Of Things (IOT)


A. Pengertian

Internet of Things ( IOT ) adalah sebuah lingkungan di mana objek binatang atau orang disediakan dengan pengidentifikasi unik dan kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan. IOT telah berkembang dari konvergensi teknologi nirkabel , sistem ( MEMS ) tanpa memerlukan manusia -ke- manusia interaksi atau manusia - ke-komputer . Mikro - elektromekanis dan Internet . Konsep juga dapat disebut sebagai Internet Segalanya .



Di sumber yang lain yang saya baca, Internet of Things (IOT) adalah jaringan dari benda-benda fisik atau "hal-hal" tertanam dengan elektronik, perangkat lunak, sensor, dan konektivitas jaringan, yang memungkinkan benda-benda untuk mengumpulkan dan pertukaran data. Internet of Things memungkinkan objek untuk menjadi merasakan dan dikendalikan dari jarak jauh di seluruh infrastruktur jaringan yang ada, menciptakan peluang untuk integrasi yang lebih langsung antara dunia fisik dan sistem berbasis komputer, dan mengakibatkan peningkatan efisiensi, akurasi dan manfaat ekonomi. Setiap hal yang unik diidentifikasi melalui sistem komputasi tertanam tetapi mampu beroperasi dalam infrastruktur internet yang ada. Para ahli memperkirakan bahwa IOT akan terdiri dari hampir 50 miliar benda 2020.
Pengusaha Inggris Kevin Ashton pertama menciptakan istilah pada tahun 1999 saat bekerja di Labs Auto-ID (awalnya disebut pusat Auto-ID - mengacu pada jaringan global RFID benda terhubung). Biasanya, IOT diharapkan untuk menawarkan konektivitas canggih perangkat, sistem, dan jasa yang melampaui mesin-ke-mesin komunikasi (M2M) dan mencakup berbagai protokol, domain, dan aplikasi. Interkoneksi ini perangkat embedded (termasuk objek pintar), diharapkan untuk mengantarkan otomatisasi di hampir semua bidang, sementara juga memungkinkan aplikasi canggih seperti Smart Grid, dan memperluas ke daerah-daerah seperti kota pintar.

Berikut ini adalah cara Ashton menjelaskan potensi Internet of Things: "Hari ini komputer - dan, oleh karena itu, Internet - hampir sepenuhnya tergantung pada manusia untuk informasi. Hampir semua dari sekitar 50 petabyte (petabyte adalah 1.024 terabyte) dari data yang tersedia di Internet pertama kali ditangkap dan diciptakan oleh manusia dengan mengetik, menekan tombol rekam, mengambil gambar digital atau memindai kode bar. "Hal," dalam arti IOT, dapat merujuk ke berbagai perangkat seperti pemantauan jantung implan, transponder biochip pada hewan ternak, kerang listrik di perairan pantai, mobil dengan built-in sensor, atau perangkat operasi lapangan yang membantu petugas pemadam kebakaran di operasi pencarian dan penyelamatan. Perangkat ini mengumpulkan data yang berguna dengan bantuan berbagai teknologi yang ada dan kemudian secara mandiri mengalirkan data antara perangkat lain. Contoh pasar saat ini yang meliputinya antara lain sistem termostat cerdas dan mesin cuci / pengering yang menggunakan Wi-Fi untuk pemantauan jarak jauh. Selain kebanyakan area aplikasi baru untuk Internet terhubung otomatisasi untuk memperluas ke, IOT juga diharapkan untuk menghasilkan sejumlah besar data dari lokasi yang beragam yang dikumpulkan sangat cepat, sehingga meningkatkan kebutuhan untuk indeks yang lebih baik, menyimpan dan mengolah data tersebut

Hal A, di Internet of Things, dapat menjadi orang dengan monitor jantung implan, hewan peternakan dengan transponder biochip, sebuah mobil yang telah built-in sensor untuk mengingatkan pengemudi ketika tekanan ban rendah - atau lainnya alami atau buatan manusia objek yang dapat diberi alamat IP dan dilengkapi dengan kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan. Sejauh ini, Internet of Things telah dikaitkan paling dekat dengan mesin-ke-mesin (M2M) komunikasi di bidang manufaktur dan listrik, minyak dan gas utilitas. Produk dibangun dengan kemampuan komunikasi M2M sering disebut sebagai cerdas. Hasil Keluaran dari hal tersebut antara lain, label pintar, smart meter, & sensor smart grid Peningkatan besar IPv6 di ruang alamat merupakan faktor penting dalam pengembangan Internet of Things. Menurut Steve Leibson, yang mengidentifikasi dirinya sebagai "pemandu sesekali di Museum Sejarah Komputer," perluasan ruang alamat berarti bahwa kita bisa "menetapkan alamat IPv6 untuk setiap atom pada permukaan bumi, dan masih cukup alamat tersisa untuk dilakukan lain 100 bumi. "Dengan kata lain, manusia bisa dengan mudah menetapkan alamat IP untuk setiap" sesuatu "di planet ini. Peningkatan jumlah node cerdas, serta jumlah data upstream node menghasilkan, diharapkan meningkatkan kekhawatiran baru tentang privasi data, kedaulatan data dan keamanan.
Masalahnya adalah, orang telah terbatas waktu, perhatian dan ketepatan - yang semuanya berarti mereka tidak sangat baik dalam menangkap data tentang hal-hal di dunia nyata. Jika kita memiliki komputer yang tahu semuanya ada untuk mengetahui tentang hal-hal - menggunakan data yang mereka kumpulkan tanpa bantuan dari kami - kami akan dapat melacak dan menghitung segala sesuatu dan sangat mengurangi limbah, kerugian dan biaya. Kami akan tahu kapan hal diperlukan menggantikan, memperbaiki atau mengingat dan apakah mereka segar atau melewati terbaik mereka." Meskipun konsep itu tidak bernama sampai 1999, Internet of Things telah dikembangkan selama beberapa dekade. Alat internet pertama, misalnya, adalah mesin Coke di Carnegie Melon University di awal 1980-an. Programmer bisa terhubung ke mesin melalui Internet, memeriksa status mesin dan menentukan apakah atau tidak akan ada minuman dingin menunggu mereka, harus mereka memutuskan untuk melakukan perjalanan ke mesin.
B. Aplikasi

Menurut Gartner, Inc. (penelitian teknologi dan perusahaan penasehat), akan ada hampir 26 miliar perangkat di Internet of Things pada tahun 2020. ABI Research memperkirakan bahwa lebih dari 30 miliar perangkat akan terhubung secara nirkabel ke internet Hal 2020. Sebagai per survei terbaru dan penelitian yang dilakukan oleh Pew Research Internet Project, sebagian besar ahli teknologi dan terlibat pengguna internet yang menanggapi-83 persen-setuju dengan gagasan bahwa Internet / Cloud dari hal-hal, tertanam dan komputasi dpt dipakai (dan sistem dinamis sesuai ) akan memiliki efek luas dan bermanfaat pada tahun 2025. Hal ini, dengan demikian, jelas bahwa IOT akan terdiri dari jumlah yang sangat besar perangkat yang terhubung ke Internet . Dalam sebuah langkah aktif untuk mengakomodasi inovasi teknologi baru dan muncul, Pemerintah Inggris, dalam anggaran mereka tahun 2015, dialokasikan £ 40.000.000 terhadap penelitian ke dalam Internet of Things. Menteri Keuangan Inggris Britania Raya ,George Osborne, mengemukakan bahwa "Internet of Things adalah tahap berikutnya dari revolusi informasi dan referensi antar-konektivitas dari segala sesuatu dari transportasi perkotaan untuk perangkat medis untuk peralatan rumah tangga".

Integrasi dengan Internet menyiratkan bahwa perangkat akan menggunakan alamat IP sebagai pengenal unik. Namun, karena ruang alamat IPv4 terbatas (yang memungkinkan untuk 4,3 miliar alamat unik), benda-benda di IOT harus menggunakan IPv6 untuk mengakomodasi ruang alamat yang sangat besar diperlukan. Objek di IOT tidak hanya akan perangkat dengan kemampuan sensorik, tetapi juga memberikan kemampuan aktuasi (misalnya, lampu atau kunci dikendalikan melalui Internet). Untuk sebuah sebagian besar, masa depan Internet of Things tidak akan mungkin tanpa dukungan IPv6; dan akibatnya adopsi global IPv6 di tahun-tahun mendatang akan menjadi penting untuk keberhasilan pengembangan IOT di masa depan.

Kemampuan untuk jaringan perangkat tertanam dengan CPU yang terbatas, memori dan kekuatan sumber daya berarti bahwa IOT menemukan aplikasi di hampir semua bidang. Sistem seperti bisa bertugas mengumpulkan informasi dalam pengaturan mulai dari ekosistem alami untuk bangunan dan pabrik, dengan demikian menemukan aplikasi di bidang penginderaan lingkungan dan perencanaan kota. Di sisi lain, sistem IOT juga bisa bertanggung jawab atas tindakan melakukan, bukan hanya hal-hal penginderaan. Sistem belanja cerdas, misalnya, bisa memonitor kebiasaan pembelian pengguna tertentu 'di toko dengan melacak ponsel khusus mobile mereka. Pengguna tersebut kemudian bisa diberikan dengan penawaran khusus pada produk favorit mereka, atau bahkan lokasi item yang mereka butuhkan, yang kulkas mereka telah secara otomatis disampaikan ke telepon. contoh lain dari penginderaan dan penggerakan tercermin dalam aplikasi yang berurusan dengan panas, listrik dan manajemen energi, serta sistem transportasi pelayaran-membantu. Aplikasi lain yang sangat baik bahwa Internet of Things membawa ke gambar adalah solusi keamanan rumah. Rumah otomatisasi juga merupakan langkah maju yang besar ketika datang ke menerapkan IOT. Semua kemajuan ini menambah daftar berbagai aplikasi IOT. Sekarang dengan IOT, Anda dapat mengontrol perangkat listrik yang terpasang di rumah Anda saat Anda sedang memilah file Anda di kantor. Air Anda akan menjadi hangat segera setelah Anda bangun di pagi hari untuk mandi. Semua kredit pergi ke perangkat pintar yang membentuk rumah pintar. Segala sesuatu yang berhubungan dengan bantuan internet.

Namun, penerapan IOT tidak hanya terbatas pada daerah-daerah tersebut. Kasus penggunaan khusus lain dari IOT mungkin juga ada. Gambaran dari beberapa daerah aplikasi yang paling menonjol adalah disediakan di sini. Berdasarkan domain aplikasi, produk IOT dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yang berbeda: pintar wearable, rumah pintar, smart city, lingkungan cerdas, dan perusahaan cerdas. IOT produk dan solusi di setiap pasar ini memiliki karakteristik yang berbeda.

C. Arsitekture
Sistem ini kemungkinan akan menjadi contoh arsitektur-event, Bottom-up dibuat (berdasarkan konteks proses dan operasi, secara real-time) dan akan mempertimbangkan tingkat anak perusahaan. Oleh karena itu, model-driven dan pendekatan fungsional akan hidup berdampingan dengan yang baru mampu mengobati pengecualian dan evolusi yang tidak biasa dari proses (sistem multi-agen, B-ADSC, dll).


Dalam Internet of Things, arti dari suatu peristiwa belum tentu akan didasarkan pada model deterministik atau sintaksis tapi akan sebaliknya didasarkan pada konteks peristiwa itu sendiri. Ini juga akan menjadi web semantik Akibatnya, ia akan tidak perlu standar umum yang tidak akan mampu mengatasi setiap konteks atau penggunaan: beberapa aktor (layanan, komponen, avatar) sesuai akan diri direferensikan dan, jika pernah diperlukan, adaptif untuk ada standar umum (memprediksi segala sesuatu akan ada lagi dari mendefinisikan "finalitas global" untuk segala sesuatu yang tidak mungkin dengan pendekatan top-down saat ini dan standarisasi). Beberapa peneliti berpendapat bahwa jaringan sensor adalah komponen yang paling penting dari Internet of Things.

Membangun di atas Internet of Things, Web of Things adalah arsitektur untuk lapisan aplikasi dari Internet of Things melihat konvergensi data dari perangkat IOT ke dalam aplikasi Web untuk membuat penggunaan-kasus yang inovatif. Dalam rangka program dan mengontrol arus informasi di Internet of Things, arah arsitektur diperkirakan sedang disebut BPM mana-mana yang merupakan campuran dari proses manajemen tradisional dengan proses penambangan dan kemampuan khusus untuk mengotomatisasi kontrol sejumlah besar perangkat terkoordinasi.

D. Arsitekture Jaringan
Internet of Things membutuhkan skalabilitas besar dalam ruang jaringan untuk menangani lonjakan perangkat. IETF 6LoWPAN akan digunakan untuk menghubungkan perangkat ke IP networks.With miliaran perangkat [35] yang ditambahkan ke ruang internet, IPv6 akan memainkan peran utama dalam menangani lapisan jaringan skalabilitas. IETF Dibatasi Application Protocol, MQTT dan ZeroMQ akan menyediakan transportasi data yang ringan. Komputasi kabut adalah alternatif untuk mencegah ledakan besar seperti aliran data melalui internet. Daya komputasi tepi perangkat 'dapat digunakan untuk menganalisis dan mengolah data, sehingga memberikan mudah skalabilitas real time.

E. Pertimbangan Ruang
Dalam Internet of Things, lokasi geografis yang tepat dari hal-dan juga dimensi geografis yang tepat dari hal-akan menjadi penting. Open Geospatial Consortium, "OGC Abstrak Spesifikasi" Saat ini, Internet telah terutama digunakan untuk mengelola informasi diproses oleh orang-orang. Oleh karena itu, fakta tentang suatu hal, seperti lokasi dalam ruang dan waktu, telah kurang penting untuk melacak karena orang memproses informasi dapat memutuskan apakah atau tidak informasi yang penting dengan tindakan yang diambil, dan jika demikian, tambahkan hilang Informasi (atau memutuskan untuk tidak mengambil tindakan). The GeoWeb dan Digital Earth menjanjikan aplikasi yang menjadi mungkin bila hal bisa menjadi terorganisir dan terhubung oleh lokasi. Namun, tantangan yang masih meliputi kendala skala spasial variabel, kebutuhan untuk menangani sejumlah besar data, dan pengindeksan untuk pencarian dan tetangga operasi cepat. Jika di Internet of Things, hal-hal yang mampu mengambil tindakan atas inisiatif sendiri, peran mediasi ini manusia-sentris dihilangkan, dan konteks ruang-waktu bahwa kita sebagai manusia mengambil untuk diberikan harus diberi peran sentral dalam ekosistem informasi ini . Sama seperti standar memainkan peran kunci dalam Internet dan Web, standar geospasial akan memainkan peran kunci dalam Internet of Things.

F. Subsystem

Tidak semua elemen di Internet of Things tentu akan berjalan dalam ruang global. Domotics berjalan di dalam Rumah Pintar, misalnya, mungkin hanya menjalankan dan tersedia melalui jaringan lokal.

Contoh Perusahaan yang mengadopsi sistem tersebut salah satunya ialah Oracle & Cisco



Sumber : 

2. "Internet of Things Global Standards Initiative". ITU. Retrieved 26 June 2015.

3.  https://hbr.org/resources/pdfs/comm/verizon/18980_HBR_Verizon_IoT_Nov_14.pdf

4.  http://www.internet-of-things      research.eu/pdf/Converging_Technologies_for_Smart_Environments_and_Integrated_Ecosystems_IERC_Book_Open_Access_2013.pdf

5.  http://www.cisco.com/web/solutions/trends/iot/introduction_to_IoT_november.pdf

6.  http://cordis.europa.eu/fp7/ict/enet/documents/publications/iot-between-the-internet-revolution.pdf

7.  http://www.vs.inf.ethz.ch/publ/papers/Internet-of-things.pdf

8.   http://www.cognizant.com/InsightsWhitepapers/Reaping-the-Benefits-of-the-Internet-of-Things.pdf

9.. "The Supply Chain: Changing at the Speed of Technology". Retrieved 2015-09-18.

10.   Dave Evans (April 2011). "The Internet of Things: How the Next Evolution of the Internet Is Changing Everything" (PDF). Cisco. Retrieved 4 September 2015.

11.  Wood, Alex. "The internet of things is revolutionizing our lives, but standards are a must". theguardian.com. The Guardian. Retrieved 31 March 2015.

12..  J. Höller, V. Tsiatsis, C. Mulligan, S. Karnouskos, S. Avesand, D. Boyle: From Machine-to-Machine to the Internet of Things: Introduction to a New Age of Intelligence. Elsevier, 2014, ISBN 978-0-12-407684-6.

12.  O. Monnier: A smarter grid with the Internet of Things. Texas Instruments, 2013.

Sabtu, 17 Oktober 2015

PENGALAMAN ORGANISASI DI LINGKUNGAN SEKITAR

                   Pengalaman Organisasi Di Lingkungan Sekitar

 Hai , salam kenal. Saya ingin memabagikan pengalaman pribadi saya. Nah, yang ingin saya ceritakan adalah pengalam organisasi di lingkungan sekitar. Dan ini dia pengalaman yang menurut saya paling berkesan. Saya pernah mengikuti organisasi kemakmuran masjid di sekitar lingkungan tempat tinggal saya. Kami disini dibawah naungan DKM. Saya dan teman-teman ya seperti biasa. Seperti membersihkan masjid, membantu memandikan mayat, dan lain sebagainya. Awalnya sih saya ragu untuk tugas memandikan mayat. Tapi pada akhirnya saya niatkan saya akhirnya pun ikut turun tangan.

Nah saat inilah yang kami nantikan. Kami berencana membuat acara yang islami selama bulan ramadhan kemarin. Akhirnya diputuskan lah kami bersama DKM membuat acara buka bersama anak yatim. Setiap malam sehabis sholat magrib saya dan teman-teman berkumpul di depan masjid untuk membicarakan bagai mana acara ini bisa terlaksana sambil menunggu datangnya sholat tarawih. Kami susun struktur organisasinya dari mulai Penanggung Jawab Acara, Ketua, Wakil, Sekretaris, Bendahara, Bagian Konsumsi, Perlengkapan, Bagian Peralatan ,juga Bagian Keamanan dan masih banyak lagi

      Saya disini bertugas dalam penggalangan dana untuk buka bersama anak yatim, saya dan teman satu group. Membuat proposal untuk penggalangan dana ke warga dan pengguna jalan. Setelah proposal penggalangan dana selesai, Saya dan teman saya segera mengumpulkan dana ke warga dan pengguna jalan dan para donatur yang bersedia ikut andil didalamnya. Sedangkan teman-teman yang lainnya, melaksanakan tugas yang sudah diberikan sebelumnya.

Setelah dana terkumpul kami dan yang lainnya mempersiapkan dekorasi dan makanan untuk buka puasa anak yatim. Setelah acara buka bersama anak yatim selesai, kamipun merasa sangat senang dan lega karena acara dapat berjalan sesuai rencana di hari pertama bulan Ramadhan. Dan Kegiatan ini kami laksanakan terus hingga malam takbiran tiba. Kami melihat rasa antusias dan wajah gembira dari wajah-wajah anka-anak yatim. Dan kami menyiapkan takjil pula untuk orang yang baru pulang kerja ataupun aktivitas lainnya yang kebetulan mampir di masjid kami. Dan tak lupa kami juga menyediakan menu sahur pula yang senantiasa kami bagikan untuk orang-orang yang berhak menerima. Kami juga tak ketinggalan menampung dan menyalurkan zakat . Zakat kami bagikan Kepada orang-orang yang berhak menerimana zakat itu.


Dan saat lebaran tiba, kami mengadakan takbir keliling kampung,komplek dan sekitaran lingkungan kami. Kami mengaku sangat senang bisa ikut berpatisipasi dalam keorganisasian Masjid di lingkungan kami , dan setiap tahunnya kami akan terus mengadakan acara dan event-event  islami yang tentunya dihasilkan oleh rekan-rekan.
      Itulah pengalaman saya, dalam mengikuti suatu organisasi di sekitar lingkungan tempat tinggal.. Semoga cerita ini dapat menginpirasi kalian untuk saling berorganisasi. karena dengan berorganisasi kita dapat pengalaman dan juga banyak teman.Dan serta menambah wawasan dan mempererat tali silaturahmi antar satu sama lain.


Sekian.

PENGALAMAN ORGANISASI


PENGALAMAN DALAM ORGANISASI

      Hai nama saya lukman. Saya ingin menceritakan sebuah pengalaman saya dalam mengikuti sebuah organisasi. Menurut saya, berorganisasi itu pasti pernah dilakukan setiap orang yang sering banget berinteraksi. Semua ada di setiap lingkungan, entah lingkungan rumah ataupun di sekolah ataupun di lingkungan masyarakat dan sebagainya pasti ada yang namanya organisasi.


      Pada kesempatan kali ini, Saya ingin membagi pengalaman saya kepada pembaca. Pengalaman Organisasi yang pernah saya ikuti adalah sebagai anggota dari OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) uYa,memang sih tidak banyak yang saya ikuti tetapi dalam organisasi ini cukup menarik dan berguna bagi saya. karena dengan berorganisasi kita dapat mengenal orang banyak sekali diluar sana, dan punya banyak pengalaman yang seru dan menarik serta menambah sedikit wawasan kita. Daripada kita pasif, tidak melakukan hal yang berguna?  iya nggak?

Hahahahaha.
      

  Umm, Pengalaman saya berorganisasi pada saat saya SMK, dan kebetulan saya masuk SMK TKJ,  dan saya pernah mengikuti Organisasi sebagai anggota OSIS. Waktu itu saya menjabat sebagai Wakil Ketua Osis , Pengalaman saya dalam mengikuti organisasi OSIS. Waktu penerimaan siswa baru, saya beserta teman-teman saya. Disibukan dengan kegiatan MOS (Masa Orientasi Siswa). Saya diminta membuat kegiatan-kegiatan untuk siswa baru di sekolah saya, Nah disitulah manfaat dalam berorganisasi terlihat. Kami beserta rekan-rekan melakukan diskusi, perencanaan untuk membuat kegiatan semenarik mungkin  Dan kami dituntut pula untuk memunculkan ide-ide sekreatif mungkin. Kami saling menyalurkan ide-ide brilian satu sama lain dan disinilah saya belajar sesuatu bahwa kita setiap manusia punya ide atau gagasan masing-masing dan kita tidak boleh menentangnya. Kita harus bertoleransi dalam hal ini. 
      
     Seharian penuh kami menyiapkan ide dan sesuatu, setelah melalui berbagai macam gagasan dan tercapainya kata mufakat akhirnya kita menuntaskan persiapan MOS sekolah. Pada saat hari H - nya kita sampai pada acaranya yaitu MOS tahunan sekolah. Kami melihat begitu banyak siswa-siswi yang sangat antusias mengikuti jalannya MOS dari pagi hingga siang hari. Di hari itu kami ,OSIS memberikan kata sambutan dan penyuluhan-penyuluhan , Nah disinalah saya yang kaget, saya ditunjuk untuk memberikan kata sambutan menggantikan ketua karena sakit. Dengan berat hati saya melangkahkan kaki di depan podium . Saya awalnya gugup mau bicara apa didepan siswa-siswi baru. Tapi alhamdulillah saya bisa atasi hal itu. Setelah berlama-lama kemudian sampailah pada puncak acara. Kami membagi gugus sesuai yang telah disepakati. Dan kami mulai memberikan penyuluhan terhadap siswa/i baru. Kami menyuruh untuk membawa sesuatu seperti permen aneka warna, memakai pita atau jepit rambut sesuai dengan warna gugus dan lain sebagainya yang saya sebutkan semuanya disini bisa-bisa tangan saya kriting. Hahahahaha.
     
      Setelah masa MOS berakhir pada hari ke-3 , kami mengucap syukur alhamdulillah karena dalam pelaksanaan MOS kali ini tidak ada halangan suatu apapun., 
      Hari demi hari mulai berlalu, Saya dan rekan OSIS lainnya mengikuti berbagai macam event dan diskusi secara berkala, baik mingguan, bulanan maupun tahunan. Saya senang bisa mencurahkan ide , saling share, saling bantu membantu jikalau dari kami ada yang mengalami kesulitan. Saya senang dari sini saya bisa memetik suatu pelajaran yang berharga dari sebuah arti organisasi dan saya bisa saling bercengkerama dan saling care satu sama lain dalam Organisasi Osis sekolah saya dulu.

    Sekian

Kamis, 09 Juli 2015

Rangkuman Ilmu Budaya Dasar 2015 (Part 2)

BAB 11MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP


A.  PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terns menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk. yang disebut pandangan hidup.
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasaikan asalnya yaitu teidiri dari 3 macam :

(A)    Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
(B)     Pandangan hidup yang bempa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
(C) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya


B.   CITA-CITA
cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang.
            Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau mungkin belum terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan. Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu.
   Faktor manusia yang mau mencapai cita-cita ditentukan oleh kualitas manusianya. Ada orang yag tidak berkemauan, sehingga apa yang dicita-citakan hanya merupakan khayalan saja. Hal demikian banyak menimpa anak-anak muda yang memang senang berkhayal, tetapi sulit mencapai apa yang dicita-citakan karena kurang mengukur dengan kemampuannya sendiri.Sebaliknya dengan anak yang dengan kemauan keras ingin mencapai apa yang di cita-citakan, cita-cita merupakan motivasi atau dorongan dalam menempuh hidup untuk mencapainya.


Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, pada umumnya dapat disebul yang menguntungkan dan yang menghambat. Faktor yang menguntungkan merupakan kondisi yang memperlancar tercapainya suatu cita-cita, sedangkan faktor yang menghambat merupakan kondisi yang merintangi tercapainya suatu cita-cita.
Faktor tingginya cita-cita yang merupakan faktor ketiga dalant mencapai cita-cita. Mentang ada anjuran agar seseorang menggantungkan cita-citanya setinggi bintang di langit. Tetapi bagaimana faktor manusianya. mampukah yang bersangkutan mencapainya, demikian juga faktor kondisinya memungkinkan hal itu. apakah dapat merupakan pendorong atau penghalang cita-cita.

C.  KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika.
Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik. Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Kedua unsur itu terpisah bila manusia meninggal. Karena merupakan pribadi, manusia mempunyai pendapat sendiri, ia mencintai diri sendiri, perasaan sendiri, cita-cita sendiri dan sebagainya. Justru karena itu, karena mementingkan diri sendiri, seringkali manusia tidak mengenal kebajikan.
Manusia merupakan mahluk sosial: manusia hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.
Manusia sebagai mahluk Tuhan, diciptakan Tuhan dan dapat berekembang karena Tuhan.
 Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari tiga segi, yaitu manusia sebagai mahluk pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat, dan manusia sebagai mahluk Tuhan.
Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan di dalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku. Jadi suara hati dapat merupakan hakim untuk diri sendiri. Sebab itu, nilai suara hati amat besar dan penting dalam hidup manusia.
Sebagai mahluk Tuhan, manusiapun hams mendengarkan suara hati Tuhan. Suara Tuhan selalu membisikkan agar manusia berbuat baik dan mengelakkan perbuatan yang tidak baik. Jadi, untuk mengukur perbuatan baik buruk, hams kita dengar pula suara Tuhan atau kehendak Tuhan. kehendak Tuhan berbentuk hukum Tuhan atau hukum agama.
Jadi kebajikan itu adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan berarti berkata sopan, santun, berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah tamah terhadap siapapun, berpakaian sopan agar tidak merangsang bagi yang melihatnya.
Baik-buruk, kebajikan dan ketidakbijakan menimbulkan daya kreatifitas bagi seniman. Banyak hasil seni lahir dari imajinasi kebajikan dan ketidakbajikan.
Namun ada pula kebajikan semu, yaitu kejahatan yang berselubung kebajikan. kebajikan semu ini sangat berbahaya, karena pelakunya orang-orang munafik, yang bermaksud mencari keuntungan diri sendiri. Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya. Karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri.

D.  USAHA / PERJUANGAN
Usaha/peijuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan. Perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/peijuangan, manusia tidak dapat hidup sempurna.
            Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sebaliknya pemalas membuat manusia itu rniskin, melarat, dan berarti menjatuhkan haikat dan martabatnya sendiri. Karena itu tidak boleh bermalas-malas, bersantai-santai dalam hidup ini. Santai dan istirahat ada waktunya dan manusia mengatur waktunya itu.
Dalam agamapun diperintahkan untuk kerja keras. Sebagaimana hadist yang diucapkan Nabi Besar Muhammad S.A.W. yang ditujukan kepada para pengikutnya:”Bekerjalah kamu seakan-akan kamu hidup selama-lamanya, dan beribadahlah kamu seakan-akan kamu akan mati besok. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Ar-Ra’du ayat 11 : “sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, kecuali jika mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”. Dari haidst dan firman ini dapat dinyatakan bahwa manusia perlu keija keras untuk memperbaiki nasibnya sendiri.

B.  KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
(a) Aliran Naturalisme
Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan. Tetapi bagi yang tidak percaya pada Tuhan, natur itulah yang tertinggi. Tuhan menciptakan alam semesta lengkap dengan hukum-hukumnya, secara mutlak dikuasai Tuhan. Manusia sebagai mahluk tidak mampu menguasai alam ini, karena manusia itu lemah. .
(b)     Aliran intelektualisme
          Mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan pikir (akal) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses. Dengan akal diciptakan teknologi. Teknologi adalah alat bantu mencapai kebajikan yang maksimal, walaupun mungkin teknologi memberi akibat yang bertentangan dengan hati nurani.
(c)      Aliran Gabungan
            Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika beipikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Jadi, apa yang benar menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani.

F.       LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK.
Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memeperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukaan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.

(1) Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun ke dunia. Adam dan hawalah dalam hal ini yang merupakan manusia pertama, dan berarti pula mereka mempunyai pandangan hidup yang digunakan sebagai pedoman dan yang memberi petunjuk kepada mereka.

(2) Mengerti
Tahan kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bemegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bemegara. Begitu juga bagai yang berpandangan hidup pada agama Islam. Hendaknya kita mengerti apa itu Al-Qur’an, Hadist dan ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mengatur kehidupan baik di dunia maupun di akheraL Selain itu juga kita mengerti untuk apa dan dari mana A1 Qur’an, hadist, dan ijmak itu. Sehingga dengan demikian mempunyai suam konsep pengertian tentang pandangan hidup dalam Agama Islam.

(3) Menghayati
Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini, menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang yang dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri.

(4) Meyakini
Dengan meyakini berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup itu. Adanya sikap menerima secara ikhlas ini maka ada kecenderungan untuk selalu berpedoman kepadanya dalam segala tingkah laku dan tindak tanduknya selalu dipengamhi oleh pandangan hidup yang diyakininya. Dalam meyakini ini penting juga adanya iman yang teguh. Sebab dengan iman yang teguh ini dia tak akan terpengaruh oleh pengaruh dari luar dirinya yang menyebabkan dirinya tersugesti.

(5) Mengabdi 
seharusnya mengabdi kepada orang tua kita dengan perwujudannya yang berupa perbuatan yang menyenangkan hatinya, baik secara langsung maupun secara tidak langsimg. Artinya apapun yang menjadi hambatan dan tantangan kita untuk tidak mengabdi kepadanya hams selalu ditumbangkan.
Jadi jika kita sudah mengenal, mengerti, menghayati, dan meyakini pandangan hidup ini, maka selayaknya disertai dengan pengabdian. Dan pengabdian ini hendaknya dijadikan pakaian, baik dalam waktu tentram lebih-lebih bila menghadapi hambatan, tantangan dan sebagainya.

(6) Mengamankan
Mungkin sudah mempakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdikan diri pada suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu dan atau mayalahkannya tentu dia tidak menerima dan bahkan cenderung untuk mengadakan periawanan. Hal ini karena kemungkinan merasakan bahwa dalam berpandangan hidup itu dia telah mengikuti langkah-langkah sebelumnya dan langkah-langkah yang ditempuhnya itu telah dibuktikan kebenarannya sehingga akibatnya bila ada orang lain yang mengganggunya maka dia pasti akan mengadakan suatu respon entah respon itu berwujud tindakan atau lainnya.
Proses mengamankan ini menipakan langkah terakhir. Tidak mungkin atau sedikit kemungkinan bila belum mendalami langkah sebelumnya lalu akan ada proses mengamankan ini. Langkah yang terakhir ini merupakan langkah teiberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.

BAB 12 

Manusia dan Tanggung Jawab serta Pengabdian



Dalam konteks sosial manusia merupakan makhluk sosial. Ia tidak dapat hidup sendirian dengan perangkat nilai-nilai selera sendiri. Nilai-nilai yang diperankan seseorang dalam jalinan sosial harus dipertanggungjawabkan sehingga tidak mengganggu konsensus nilai yang telah disetujui bersama.

Tanggung jawab erat kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang, kewajiban merupakan tandingan terhadap hak, dan dapat juga tidak mengacu kepada hak, maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya.

Kewajiban dibagi menjadi dua, yaitu:

a) Kewajiban terbatas

b) Kewajiban tidak terbatas

Tanggungjawab

Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggungjawab adalah kewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawaban dan menanggung akibatnya. Tanggungjawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggungjawab juga juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Seseorang mau bertanggungjawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggungjawab itu karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Tanggungjawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggungjawab. Apabila ia tidak mau bertanggungjawab, maka akan ada pihal lain yang memaksa tanggungjawab itu. Dengan demikian tanggungjawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain. Dari sisi pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu, dengan demikian ia sendiri pula yang harus memulihkan ke dalam keadaan baik. Daari sisi pihak lain, apabila si pembuat tidak mau bertanggungjawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara masyarakat.

Apabila dikaji, tanggungjawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari pebuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian pada pihak lain. Kewajiban atau beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri atau pihak lain dengan keseimbangan, keserasian keselarasan antara sesama manusia, antara manusia dan lingkungan, antara manusia dan Tuhan selalu dipelihara dengan baik. Tanggungjawab itu cirri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggungjawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaan bertanggungjawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa terhadap Tuhan.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat kita jelaskan macam-macam dari bentuk tanggungjawab sebagai berikut :

Macam-macam Tanggungjawab :

Tanggung jawab terhadap diri sendiri
“If it is to be, it is up to me” maksud dari pepatah lama tersebut adalah hanya diri kita yang sepenuhnya bertanggungjawab terhadap kehidupan atau nasib diri kita sendiri. Ada beberapa ketentuan untuk dapat melaksanakan tanggungjwab kehidupan ini dengan baik. Ketentuan pertama adalah mengenali dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri sendiri. Selain itu, memahami tujuan hidup supaya
langkah untuk dikerjakan lebih terfokus. Yang terpenting dari semua itu adalah berpikir dan bersikap positif walau apapun yang terjadi. Kesuksesan dimasa depan tidak terkait erat dengan latar belakang maupun latar depan. Keadaan dalam merespon keadaan menentukan tingkat
keberhasilan. Suatu keadaan yang sama, tetapi bila direspon secara berbeda maka akan memberikan hasil yang berbeda pula. Sebagai contoh adalah kehidupan mengenai sepasang saudara kembar di Amerika Serikat. Kejadian ini berlangsung sekitar tahun 1950-an. Keluarga pasangan saudara kembar ini berantakan. Sang kakak merespon keadaan itu secara positif, dan bertekad untuk sukses dalam kehidupan. Berkat usaha keras dalam belajar dan tekadnya yang besar, maka ia berhasil menjadi senator ternama di Amerika Serikat. Sedangkan saudara kembarnya sendiri melihat kekacauan dalam keluarganya itu secara negatif. Sehingga ia kehilangan kendali dan selalu berusaha menghancurkan dirinya sendiri. Akibatnya, ia harus mendekam di penjara seumur hidup karena melakukan tindakan kejahatan yang sangat fatal. Tidak ada orang lain yang harus dipersalahkan. Kesalahannya sendiri merupkan penyebab dari nasib buruknya itu. Dalam kisah tersebut terdapat perbedaan rasa tanggungjawab hidup yang besar. Faktor pembeda yang pertama adalah kepahaman terhadap potensi dalam diri masing-masing individu. Sang kakak merasa memiliki potensi yang cukup untuk ia kembangkan lebih lanjut. Oleh sebab itu, ia merasa bertanggung jawab untuk dapat meraih kehidupannya yang lebih baik. Sedangkan sang adik sama sekali tidak melihat potensi yang ada di dalam dirinya. Sehingga sang adik tidak merasa mampu mengemban tanggungjawab kehidupam ini dengan baik. Selain itu, sang kakak sudah menetapkan tujuan yang pasti, sehingga setiap langkahnya terarah. Sedangkan sang adik tidak memiliki tujuan hidup yang pasti. Sehingga, ia merasa tidak perlu bertanggungjawab terhadap kehidupan ini. Sementara sang kakak selalu menyikapi keadaan secara positif. Dilain pihak, sang adik tidak melihat sisi positif dari bencana yang menimpa keluarga mereka. Perbedaan tingkat rasa tanggungjawab hidup diantara mereka berdua telah menyebabkan perbedaan nasib yang sangat besar pula.

Dari contoh di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa hanya diri kita sendirilah yang bertanggungjawab menentukan
kehidupan seperti apa yang kita harapkan. Sedangkan orang lain tidak bertanggungjawab terhadap nasib ataupun esuksesan kita. Peran dari orang lain hanya bersifat sebagai instrumen yang melengkapai usaha diri kita sendiri.

Tanggung jawab terhadap Keluarga
Secara tradisional keluarga adalah tempat dimana manusia saling memberikan tanggungjawabnya. Si orang tua bertanggungjawab kepada
anaknya, anggota keluarga saling tanggungjawab. Anggota keluarga saling membantu dalam keadaan susah, saling mengurus di usia tua dan dalam keadaan sakit. Ini terlepas dari apakah kehidupan itu berbentuk perkawinan atau tidak. Di lihat dari segi tanggungjawab, orang tua adalah orang yang paling bertanggungjawab terhadap pendidikan anak. Anak dilahirkan dan dibesarkan oleh orang tua, orang yang pertama kali dijumpai anak adalah orang tuanya, jadi secara tidak langsung ayah dan ibu adalah guru pertama bagi anak, disadari atau tidak oleh orang tua itu sendiri.

Tanggung jawab terhadap masyarakat
Manusia bertanggungjawab terhadap tindakan mereka. Manusia menanggung akibat dari perbuatannya dan mengukurnya pada
berbagai norma. Ini merupakan bentuk dari tanggungjawab terhadap masayarakat, dimana di dalam masyarakat telah ada aturan-aturan. Kehidupan bersama antar manusia membentuk norma yang kemudian berkembang menjadi aturan-aturan, hukum-hukum yang dibutuhkan suatu masyarakat tertentu. Dalam negara-negara modern aturan-aturan atau hukum-hukum tersebut termaktub dalam sebuah sistem hukum dan sama bagi semua warga. Apabila aturan-aturan ini dilanggar yang bersangkutan harus memperoleh hukuman atau sanksi. Jika ia misalnya merugikan hak milik orang lain maka Pengadilan dapat menghukum sikap yang bersalah (pelanggaran) berdasarkan KUHP.

Tanggung jawab terhadap bangsa / negara
Pendidikan merupakan salah satu dari contoh bentuk tanggungjawab masyarakat atau lebih khususnya pelajar terhadap bangsa dan negara. Karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang terbaik bagi bangsa dan negara. Sumber Daya Manusia Indonesia masih sangat lemah untuk mendukung perkembangan industri dan ekonomi. Penyebabnya karena pemerintah selama ini tidak pernah menempatkan pendidikan sebagai prioritas terpenting. Sedikitnya terdapat tiga alasan untuk memprioritaskan pendidikan sebagai investasi jangka panjang.

– Pertama, pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan sekedar pertumbuhan ekonomi. Pada praksis manajemen pendidikan modern, salah satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi teknis-ekonomis baik pada tataran individual hingga tataran global. Fungsi teknis-ekonomis merujuk pada kontribusi pendidikan untuk perkembangan ekonomi. Misalnya pendidikan dapat membantu siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup dan berkompetisi dalam ekonomi yang kompetitif. Para penganut teori human capital berpendapat bahwa pendidikan adalah sebagai investasi sumber daya manusia yang memberi manfaat moneter ataupun non-moneter. Manfaat non-meneter dari pendidikan adalah diperolehnya kondisi kerja yang lebih baik, kepuasan kerja, efisiensi konsumsi, kepuasan menikmati masa pensiun dan manfaat hidup yang lebih lama karena peningkatan gizi dan kesehatan. Manfaat
moneter adalah manfaat ekonomis yaitu berupa tambahan pendapatan seseorang yang telah menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu dibandingkan dengan pendapatan lulusan pendidikan dibawahnya. Sumber daya manusia yang berpendidikan akan menjadi modal utama pembangunan nasional, terutama untuk perkembangan ekonomi. Semakin banyak orang yang berpendidikan maka semakin mudah bagi suatu negara untuk membangun bangsanya. Hal ini dikarenakan telah dikuasainya keterampilan, ilmu pengetahuan dan teknologi oleh sumber daya manusianya sehingga pemerintah lebih mudah dalam menggerakkan pembangunan nasional.

– Kedua, investasi pendidikan memberikan nilai balik (rate of return) yang lebih tinggi dari pada investasi fisik di bidang
lain. Nilai balik pendidikan adalah perbandingan antara total biaya yang dikeluarkan untuk membiayai pendidikan dengan total pendapatan
yang akan diperoleh setelah seseorang lulus dan memasuki dunia kerja.

– Ketiga, investasi dalam bidang pendidikan memiliki banyak fungsi selain fungsi teknis-ekonomis yaitu fungsi sosial-kemanusiaan,
fungsi politis, fungsi budaya, dan fungsi kependidikan. Fungsi sosial-kemanusiaan merujuk pada kontribusi pendidikan terhadap perkembangan manusia dan hubungan sosial pada berbagai tingkat sosial yang berbeda.

Jelaslah bahwa investasi dalam bidang pendidikan tidak semata-mata untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi tetapi lebih luas lagi yaitu
perkembangan ekonomi. Perkembangan ekonomi akan tercapai apabila sumber daya manusianya memiliki etika, moral, rasa tanggung jawab, rasa keadilan, jujur, serta menyadari hak dan kewajiban yang kesemuanya itu merupakan indikator hasil pendidikan yang baik. Dari paparan di atas tampak bahwa pendidikan adalah wahana yang amat penting dan strategis untuk perkembangan ekonomi dan integrasi bangsa.

Tanggung jawab terhadap Tuhan
Penciptaan manusia dilandasi oleh sebuah tujuan luhur. Maka, tentu saja keberadaannya disertai dengan berbagai tanggungjawab. Konsekuensi kepasrahan manusia kepada Allah Swt, dibuktikan dengan menerima seluruh tanggungjawab (akuntabilitas) yang datang dari-Nya serta melangkah sesuai dengan aturan-Nya. Berbagai tanggungjawab ini, membentuk suatu relasi tanggungjawab yang terjadi antara Tuhan, manusia dan alam. Hal tersebut meliputi antara lain: tanggungjawab manusia terhadap Tuhan, tanggungjawab manusia terhadap
sesama, tanggungjawab manusia terhadap alam semesta serta tanggungjawab manusia tehadap dirinya sendiri. Tanggungjawab manusia terhadap Tuhan meliputi dua aspek pokok. Pertama, mengenal Tuhan. Kedua, menyembah dan beribadah kepada-Nya.

Pengabdian dan Pengorbanan

Wujud tanggungjawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pegorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri. Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta kasih sayang, norma, atau satu ikatan dari semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggungjaab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencapai kebutuhan, hal itu berarti mengabdi keapada keluarga. Manusia tidak ada dengan sendirinya, tetapi merupakan mahluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada uhan, dan merupakan perwujudan tanggungjawab kepad Tuhan.

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarati pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung keikhalasan yangtidak menganadung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesame kawan sulit dikatakan pengabdian karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya, tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepaa sesame teman..

Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran dan perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan sja diperlukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk pada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk pada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.


BAB 13 

MANUSIA DAN KEGELISAHAN


      A.      Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu.
Ada 3 macam kecemasan yang dapat menimpa manusia , yakni :
1.     Kecemasan objektif
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam kecelakaannya.
 2.   Kecemasan neorotis ( Syaraf )
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah seperti, kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, bentuk ketakutan yang Tegang dan irrasional ( Phobia ), dan rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap dan sebagainya dimana reaksi ini muncul secara tiba – tiba tanpa ada provokasi yang tegas.
3.     Kecemasan Moril
Kecemasan ini disebabkan karena pribadi seseorang. Rasa iri, benci, dengki, dendam itu merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat. Oleh karenan itu sering alasan untuk iri, benci, dengki itu kurang dapat dipahami orang lain.
      B.      Sebab – Sebab Orang Gelisah
Sebab orang gelisah adalah karena pada hakikatnya orang takut kehilangan hak – hakya. Hal itu adalah akibatnya dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dalam.
      C.      Usaha – Usaha Mengatasi Kegelisahan
Mengatasi kegelisahan ini pertama – tama harus mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.
      D.      Keterasingan
Terasing berati tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi keterasingan berati hal – hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.
      E.       Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi yang berati sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berate merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi itu bergantung pada mental orang dan kasus penyebabnya
      F.       Ketidakpastian
Ketidakpastian adalah keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal usul yang jelas. Itu semua adalah akibat pikiran tidak dapat konstentrasi.
Sebab terjadi ketidakpastian ialah :
1.       Obsesi
2.       Phobia
3.       Kompulasi
4.       Histeria
5.       Delusi
6.       Halusinasi
7.       Keadaan Emosi


BAB 14
MANUSIA DAN HARAPAN

      
      A.      Pengertian Harapan
Harapan berate sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan. Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berate manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing – masing.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh – sungguh. Manusia wajib selalu berdoa, karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
      B.      Sebab Manusia Mempunyai Harapan
1.Dorongan Kodrat
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, dsb.
2.Dorongan kebutuhan hidup
Kebutuhan hidup pada garis besarnya dapat dibedakan atas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisik maupun kemambpuan berpikirnya. Dengan adanya dorongan kebutuhan hidup ini manusia mempunyai harapan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
      C.      Kepercayaan
Kepercayaan adalah hal – hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Dalam hal beragama tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu. Dasarnya adalah keyakinan masing – masing.
      D.      Kebenaran
Kebenaran amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya, karena ia mempunyai arti khusus bagi hidupnya. Ia merupakan focus dari segala pikiran, sikap dan perasaan. Pada sebuah pengantar popular ada tiga teori kebenaran sebagai berikut :
1.Teori konsistensi
Pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar
2.Teori korespondensi
Teori yang menjalankan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
3.Teori pragmatis
Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan pragmatis.
      E.       Berbagai Kepercayaan dan Usaha Meningkatkannya
Kepercayaan dapat dibedakan atas :
1.       Kepercayaan pada diri sendiri
2.       Kepercayaan kepada orang lain
3.       Kepercayaan kepada pemerintah
4.       Kepercayaan kepada tuhan


Sumber : 

1.  Nugroho, Widyo; ILMU BUDAYA DASAR(SERI DIKTAT KULIAH), Universitas Gunadarma, Jakarta, 1994
2.  http://youmy88.blogspot.com/2011/03/manusia-dan-tanggung-jawab-serta.html
3.  https://putrikumalasari.wordpress.com/2011/05/26/ilmu-budaya-dasar-manusia-tanggung-jawab-serta-pengabdian/